Tampilkan postingan dengan label gojek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gojek. Tampilkan semua postingan
Masih dengan tema OJEK ONLINE seperti GOJEK. Kali ini saya akan membagikan sebuah review dari seorang blogger, di mana dia membandingkan pengalaman naik gojek, pengalaman naik grabbike, pengalaman lucu naik gojek, perbandingan antara gojek dan grabbike.

Oke langsung saja artikelnya

Pengalaman Menggunakan Gojek dan Grab Bike

Akhirnya aku mencoba keduanya, baik Gojek ataupun Grab Bike. Dua aplikasi yang memudahkan kita untuk mencari tukang ojek di manapun kita berada selama ada internet dan tentu saja ada tukang ojek yang berafiliasi dengan aplikasi tersebut di daerah tempat kita berada. Rasa penasaran ini muncul ketika beberapa waktu lalu aku naik taxi yang kebetulan bergabung dengan Grab Taxi. Sejak hari itu aku langsung mengunduh aplikasi Grab Taxi dan menanti waktu yang tepat untuk memakainya.

Pengalaman pertama memakai layanan aplikasi Gojek

Ternyata belum kesampaian pakai taxi dari Grab Taxi, aku keburu pakai Gojek. Pasalnya waktu itu pulang acara bukber di Kota Kasablanka agak galau mau pulang naik apa, naik taxi pasti lagi macet-macetnya, naik angkot udah kekenyangan jadi agak males (halah >.<), minta jemput supir kok ya nggak tega karena kebayang macetnya menuju rumah.
Untungnya aku diingatkan bahwa saat ini lagi ada promo 10.000 (Ceban Ramadhan) untuk jarak sampai 25km, jadilah aku langsung mengunduh aplikasi Gojek di HP dan memasukkan kode voucher dari teman yang membuatku mendapatkan gratis Rp 50.000 dalam bentuk kredit di aplikasi Gojek.
ceban ramadhan
Setelah register di aplikasi dengan cara memasukkan nama & email, aku pun kemudian mencoba pesan Gojek via HP. Ternyata prosesnya cepat sekali, baru saja aku memesan langsung dapat tukang ojek yang siap mengantarkan bahkan langsung ditelp olehnya untuk menentukan di mana kita akan bertemu.
Ketika bertemu aku langsung terkesan, bukan karena jaket seragam ataupun helmnya yang khas, tapi aku terkesan ketika sang ojek memberikanku helm lengkap dengan maskernya.
“Dipakai maskernya ya mbak, biar tetap sehat” ujarnya dengan ramah. “Ini gratis kok mbak, standarnya Gojek pasti selalu diberikan masker” serunya lagi ketika dia melihatku hanya bengong saja melihatnya menyodorkan masker.
Aku pun kemudian memakai masker & helm yang disodorkan tukang ojek tersebut dan mulai naik Gojek. Baru sekian ratus meter tukang ojek itu tiba-tiba berkata “Aduh mbak, maaf nih sepertinya motor saya bannya kempes, padahal dari tadi nggak papa lho” (ehm ini maksudnya apa ya? kempes gara-gara aku atau bagaimanaaaa? #sensi). “Trus bagaimana dong?” tanya saya.
“Saya tuker motor dulu ya mbak, rumah saya di belakang Kokas kok”.
Jadilah saya diturunkan di sebuah warung kecil dan menanti tukang ojeknya menukar motor. Cukup lama juga dia menukar motor sampai tiba-tiba ada ojek melintas dan berkata “Ayo mbak! Maaf nunggu lama ya”. Aku tak mengenalinya lagi karena sekarang dia tidak lagi memakai  jaket & helm Gojeknya. Ini betul tukang ojek yang tadi apa bukan? “Iya mbak ini saya, Gojek yang tadi”
“Lho kenapa jaket dan helmnya ganti?” tanyaku
“Nggak ganti mbak, ini jaketnya saya balik aja biar aman” katanya sambil menunjukkan bagian dalam jaketnya yang ternyata memang berwarna hijau.
“Kenapa dibalik?” tanyaku penasaran.
“Udah naik dulu mbak, nanti ‘tak ceritain”
Dalam perjalanan menuju rumah, sang tukang ojek pun bercerita betapa saat ini Gojek sedang banyak dibully tukang ojek lainnya. “Saat ini lagi genting mbak. Beberapa waktu yang lalu ada yang dipukuli di UI, kemarin katanya ada yang dipukuli di daerah Serpong dan tadi siang katanya ada yang dipukuli lagi di daerah Pasar Festival”. Menurutnya banyak tukang ojek yang tidak menyukai pertumbuhan ojek model Gojek. Padahal tidak sulit persyaratan untuk menjadi seorang Gojek, hanya perlu menyerahkan foto kopi KK, SIM & KTP serta memberikan tanda jaminan seperti ijazah.
“Bahkan kami itu diberi modal lho oleh Gojek, dapat 2 jaket, 2 helm, 1 pak masker isi 50 yang bisa diisi ulang, HP yang bisa dicicil dengan harga murah serta uang 100ribu untuk beli pulsa.”
Dari ceritanya, sejak bergabung dengan Gojek pendapatannya jauh meningkat. Dalam 3 minggu saja dia sudah mengumpulkan kredit sebesar 1.8juta rupiah. Itu dijadikannya tabungan yang nantinya bisa diambilnya via atm, sementara untuk kebutuhan sehari-hari dia masih mengandalkan pendapatan dari pelanggan lamanya. Untukku sendiri pengalaman ini menyenangkan karena bisa pulang naik ojek gratis, karena biayanya mengambil dari free credit yang diberikan ketika memasukkan kode voucher. Buat teman-teman yang mau coba bisa coba unduh aplikasi Gojek dan masukkan kode voucher 543247104 untuk mendapatkan kredit Rp. 50.000 gratis! Asyik kan?
pengalaman-gojek02 pengalaman-gojek03
***

Pengalaman pertama memakai layanan aplikasi Grab Bike

pengalaman-grab-bike02Hari ini, aku berencana untuk kembali memakai Gojek. Sayangnya entah kenapa hari ini Gojek tidak bisa mengkalkulasi berapa rupiah yang dibutuhkan untuk perjalananku sehingga bolak-balik pesananku time-out.
Akhirnya setelah beberapa kali gagal pesan aku memutuskan untuk mencoba Grab Bike (salah satu pilihan dalam aplikasi Grab Taxi). Ternyata bulan ini Grab Bike juga sedang ada promo hanya 5000 (Promo Goceng Go Anywhere) untuk seluruh Jakarta. Coba pesan, eeeh ternyata langsung dapat tukang ojek yang bersedia. Prosesnya pun semudah Gojek waktu itu.
Hanya saja ketika tukang ojek Grab Bike datang aku nggak terlalu ngeh, soalnya mirip banget sekilas dengan seragamnya Gojek. Baru setelah ada notifikasi di HP kalau tukang ojek sudah sampai dan ada telp masuk, aku lihat yang telpon yaaa tukang ojek yang tadinya aku sangka dari Gojek.
Kenapa ya seragamnya harus mirip? Kenapa gak bikin brand warna lain gitu?
Perjalanan pulang dengan Grab Bike ini pun berjalan lancar. Dalam percakapan sepanjang perjalanan aku pun mendapatkan informasi kalau proses pendaftaran menjadi seorang Grab Bike juga semudah menjadi Gojek, hanya bedanya kalau di Grab Bike ada deposit 100ribu untuk pertama kali dan tidak ada fasilitas masker.
Menurut sang tukang ojek, sejak bergabung Grab Bike dia seakan tidak pernah kehabisan pelanggan. “Pokoknya benar-benar cari duit sekuatnya, sesehatnya, mau jam berapa aja pasti ada sewa”. Dia juga menceritakan kalau dalam 1 bulan ini saja pendapatannya rata-rata 1,5 – 2 juta perminggu. “Pokoknya alhamdulillah banget deh mbak. Terima kasih sama Grab Bike. Cari duit jadi gampang banget”.
grab-bike-goceng
***

Review Gojek dan Grab Bike

Aku pribadi senang dengan adanya aplikasi Gojek dan Grab Bike ini. Walau sebenarnya aku masih bingung dengan perkiraan biaya di antara keduanya. Bayangkan, masa biaya dari Kota Kasablanka ke rumahku di Cipinang dihitung Rp. 23,200 (lebih murah dari kalau naik ojek reguler yang suka ngetem dekat rumahku). Tapi kok biaya dari Asem Baris (Tebet) ke Cipinang Rp. 43.000 padahal secara lokasi lebih deket Asem Baris ke rumahku daripada dari Kota Kasablanka ke rumahku.
Kalau sekarang kan masih sama-sama promo niiih, jadi kemungkinan besar aku akan memanfaatkan kedua aplikasi ini kalau sedang butuh ojek. Tinggal mana aplikasi yang jalan pada saat aku ingin pesan Gojek atau Grab Bike. Tapiii setelah masa promo, mari kita lihat hitungannya yaah… kalau ternyata masih lebih murah ojek reguler yaa aku sebagai user pasti akan tetap pilih ojek reguler 😀
pengalaman-grab-bike01
pengalaman-gojek01
Untuk post pertama ini saya akan memposting salah satu pengalaman salah satu bloggger bernama Ridha Antowi yang pernah mengerjain/ ngerjain GOJEK. Pengalaman Ngerjain GOJEK, Pengalaman Menjadi Gojek. Pengalaman Gojek
Pengalaman ini sangatlah lucu menurut saya. Jadi simak saja artikel berikut ini


Sudah beberapa hari ini perasaan dan emosi sering gak kekontrol. Entah kenapa, mau kesana kesitu, kelamaan mikir akhirnya ga jadi. Mau ngehadirin ini itu ujung-ujungnya jadi setengah-setengah karena harus bagi badan. Hoah. Intinya kehidupan gue akhir-akhir ini sudah gak normal. Honestly, gue ga sibuk sama sekali, berhubung guenya yang ‘labil’ gini jadinya serba rempong. Sampe dikatain PHP segala lah, njir.

Oke masuk ke inti postingan ini. Gue mau cerita soal gojek lagi nih. Sebelumnya juga udah pernah sih ngeshare pengalaman make gojek tapi kali ini beda. Hehe. Kilas balik, gue sebelumnya udah tau kalau pada Sabtu (15/8) besok bakal ada konser JKT48 by Mustika Puteri di Surabaya. Obviously, gue excited banget sama konser ini tadinya sih pengen ke jakarta theatera cuman masih dirundingin sama dompet gue.

Nah, rupanya tiketnya tuh ga dijual tapi gratis. Lah, enak dong gratis? Nggak gitu juga. Jadi gratis itu kalau kita beli produk Lovely Mood Mustika Puteri sebanyak enam buah yang bisa ditukarkan menjadi tiket masuk konser. Gratis apanya, tetep bayar juga ahelah.

Bayangin deh, mustika puteri kan produknya buat cewe ya, nah yang beli-beli ini mostly cowok. Karena emang fans JKT48 ini kebanyakan cowok. Entah apa jadinya ya. Apalagi booth mereka ini ada di Tunjungan Plaza (TP). Pulang-pulang dari TP bawaannya sekantong lovely mood unyu-unyu gini. lol
 
Berhubung gue belum punya tiket, tiba-tiba terlintas ide buat make jasa gojek aja. Selain karena alasan di atas, gue juga males ke TP buat beili tiket doang. Kalau bolak-balik naik angkot bisa habis 20rebu, kalau naik gojek sama 20rebu juga. Nah kalau make jasa gojek shopping, gue cuman bayar 10rebu. Itupun dipotong dari credit karena credit gue masih banyak. *otak pengiritan*
Screenshot_2015-06-29-13-36-55
Masukin Kode Refferal gojek gue 543018791, nanti kalian bakal dapet 50.000 langsung! Kece kan?

Tapi kenyataan ga semulus yang direncanakan. Berkali-kali gue pesen gojek ga dapat terus. Ada kali sekitar 10 kali gue nyoba, tetep notifikasinya “can’t find a driver”. Yaudah gue istirahat bentar sekalian bobok siang. Sekitar jam 3 sore gue pesen lagi, eh ga sampe satu menit udah dapat driver yang mau ngambilan order gue.
pengalaman-naik-gojek-surabaya 2
pengalaman-naik-gojek-surabaya
pengalaman-naik-gojek-surabaya 4
Pas gue cek ternyata si driver gojek ini asalnya dari bunderan waru. Gila jauh banget batin gue, dari sana ke TP baru ke ITS buat nganterin pesanan. Jauh njir, kok mau? Entahlah, silakan tanya sama rumput
mobilyang bergoyang. Tapi jujur gue bahagia akhirnya ada yang mau beliin tiket ini. Haha
tiket-konser-JKT48-surabaya
Nah itu dia barangnya. Jadi gue dapet 6 Lovely Mood (parfum), tiket, sama kertas kuitansi pembelian. Jujur juga sih driver gojeknya ini. Harganya sesuai sama yang diperkirakan. Karena bisa aja kalau ada oknum yang bermain sama harga dengan mengganti kuitansi. Kebetulan gue ga tau harga pasti tiketnya.
Udah deh cerita pengalaman ngerjain gojeknya sambil ngebayangin kalau driver gojek masuk mall dengan kondisi make jaket gojek dan helmnya yang hijau mentereng itu. Haha fashionable banget kayanya. Dan entah, itu 6 buah parfum buat siapa. Mau sih gue pake tapi ntar bakalan heboh pasti karena baunya yang wow khas cewe banget. Wkwk. Kiloin aja kali ya
pengalaman-naik-gojek-surabaya 3

Sumber  http://www.ridhatantowi.com/pengalaman-ngerjain-gojek/